TUGAS MATERI 2
MANAJEMEN KELAS  di SD

Tentang 

MANAJEMEN PEMBELAJARAN



DISUSUN OLEH :

FEBBY MARTA ANNISA
1620204
PGSD/7.5

DOSEN PEMBIMBING:

Yessi Rifmasari, M.Pd






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SEKOLAH  TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
ADZKIAPADANG
2019



A. Manajemen Pembelajaran
1. Konsep Manajemen Pembelajaran
  Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait. Masing-masing komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud, jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen pembelajaran.
  Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam Jurnal tentang pengantar teori Manajemen, diantaranya:
a. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
b. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
c. G.R. Terri, manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaransasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

    Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas

B. TUJUAN MANAJEMEN PEBELAJARAN
      Selain tujuan dan sasaran pembelajaran inti bisnis, program manajemen akan memungkinkan lulusan untuk:
1.  Menggunakan kerangka kerja integratif yang tepat untuk mengidentifikasi masalah di seluruh perusahaan dan membedakan antara penyebab dan gejala mereka; menggunakan kerangka kerja itu untuk menciptakan solusi untuk masalah dan memikirkan implikasi strategisnya termasuk proyek, rencana darurat dan pembuatan rencana unit bisnis.
2.  Menerapkan strategi, termasuk manajemen kontinjensi, strategi yang muncul dan modifikasi lainnya untuk rencana yang ada.
3.  Secara efektif merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan negosiasi; menggunakan berbagai proses dan alat untuk tawar-menawar, negosiasi dan penyelesaian perselisihan; mengetahui prinsip-prinsip negosiasi yang efektif dan telah mempraktikkan keterampilan  dalam sejumlah pengaturan di kelas dan pribadi.
4. Menerapkan prinsip dan hukum sumber daya manusia untuk merekrut, memilih, melatih dan mempertahankan karyawan secara efektif; melakukan analisis pekerjaan dan menerapkan penilaian kinerja, kompensasi, pelatihan karier dan alat pengembangan; menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi inisiatif sumber daya manusia dan menyelesaikan masalah; memiliki keterampilan manajemen kinerja yang berkembang dengan baik; penekanan khusus akan diberikan pada penerapan tujuan-tujuan ini dalam konteks tim dan kelompok kerja berbasis proyek.
5. Mengidentifikasi, menilai, dan mengembangkan respons yang sesuai untuk risiko operasional / implementasi.

C. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN
1. Menngupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan- kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat indonesia menuju terciptanya manusia indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran.
2. Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan.
3. Melakukan pembaruan sistem pendidikan termasuk pembaharuan pendidikan maupun kurikulum, berupa diservasi kurukulum untuk melayani peserta didik.

D. PERAN GURU DALAM  MANAJEMEN KELAS

Peranan guru sangat penting dalam pendidikan. Baik buruknya suatu pendidikan dipengaruhi   oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga, masyakarat dan bangsanya. 
 Peran guru dalam manajemen kelas dimulai dengan kegiatan perencanaan. Kegiatan perencanaan ini menggunakan fungsi peran guru sebagai perancang. Rancangan tersebut tertuang dalam RPP yang dibuat dan dimiliki masing-masing guru, disertai dengan pengembangan-pengembangan penerapan strategi yang dilakukan spontanitas. Kegiatan pengembangan dilakukan dengan kesesuaian materi pelajaran dan kondisi siswa. Dalam manajemen kelas seorang guru diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah yang membuat tidak kondusifnya kondisi kelas. Untuk itu, seorang guru harus memperhatikan komponen pengelolaan kelas dalam mewujudkan kelas yang kondusif
Menurut Padmono (2011:23), adapun peran guru dalam memanejemen kelas agar tercipta pembelajaran yang efektif sebagai berikut:
1.      Peran guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif.
2.      Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk :
3.      Peran guru dalam pengaturan alat-alat pelajaran
Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya.
4.      Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah.
5.      Cahaya, Ventilasi, Akustik dan Warna
Kelas yang terlalu terang atau terlalu gelap kurang mendukung pembelajaran. Kelas harus cukup memiliki ventilasi untuk pertukaran udara sehingga anak merasa sejuk dan nyaman tinggal di kelas. Warna disamping memiliki arti juga membawa kesan terhadap orang yang melihat. Dinding sekolah atau kelas berpengaruh terhadap siswa. Pemilihan warna sering tidak melibatkan guru apalagi murid, sehingga kadang guru sendiri tidak betah tinggal di kelasnya.
E. KODE ETIK GURU

a.   Guru berbakti membimbing peserta didik membentuk manuasia Indonesia seutuhnyayang berjiwa pancasila.
b.   Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesianal.
c.  Guru berusaha memperoleh informasi tentang  peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
d.  Guru menciptakan suasan sekolah sebaik-baiknya.
e.  Guru memelihara hubungan baik dengan orang tuamurid dan masyarakat sekitarnya





DAFTAR PUSTAKA


Harold Koontz & O’ Donnel. 2007. Principles of Managemen. McGraw-Hill : Universitas Michigan

Nanang Fattah, 2001. Landasan Manajemen Pendidikan, Remaja Rosdakarya,Bandung : Remaja Rosdakarya

Padmono,Y. 2011. Manajemen Kelas. Salatiga: Widyasari

Suharsimi Arikunto.1996. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada


Komentar

  1. Assalamualaikum febby marta annisa... Sarah mau bertanya kepada febby... Bagaimana jika kita sbg seorang guru gagal dalam management pbelajaran? Jelaskan 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah terimaksih saudari sarah sudah bertanya,
      apabila seorang guru gagal dalam melakukan menajemen pembelajaran maka guru gagal dalam mengatur kegiatan yang dilakakukan guru baik dalam pembelajaran maunpun diluar pembelajaran, baik itu dalam perencanaa,pelaksanaan, pengorganisasian di sekolah

      Hapus
  2. Materi yang feby post sangat bermanfaat .saya akan bertanya ,yang pertanyaan nya yaitu bagaimana salah seorang guru tidak melaksanakan kode etik guru dengan baik apa dampak nya?

    BalasHapus
  3. Trimakasih saundari refnia sudah bertanya,
    Apabila guru tidak melakasanakn kode etik dengan baik, maka guru belum profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai guru dan akan berdampak buruk bagi peseta didik dalam proses belajarnya

    BalasHapus
  4. Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik.

    BalasHapus
  5. Terimakasih, artikel ini menambah pengetahuan saya..

    BalasHapus
  6. Artikelnya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  7. Bermanfaat untuk tugas saya👍

    BalasHapus
  8. Materinya sangat bermanfaat. Terima kasih kk

    BalasHapus
  9. Sangat bagus dan bermamfaat materinya kakak

    BalasHapus
  10. Terimakasih febby. Materinya sangat membantu.

    BalasHapus
  11. Materinya sangat bermanfaat sekali👍

    BalasHapus
  12. Materinya bagus dan sangat bermanfaat sekali bagi saya, terima kasih atas materinya😊

    BalasHapus
  13. Materinya sangat membantu kak, terimakasih

    BalasHapus
  14. Terima kasih materinya sangat membantu kak...

    BalasHapus
  15. Materinya sangat bermanfaat sekali👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer