TUGAS 7 KESIMPULAN
KELOMPOK 5
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Masalag dalam Kelas dan Upaya Pemecahannya
Disusun Oleh :
Febby Marta Annisa
(1620204)
Prodi :
PGSD
DOSEN PEMBIMBING :
YESSI RIFMASARI, M.Pd
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP ADZKIA
PADANG
2019
Ringkasan Materi Kelompok 5 Tentang Masalah dalam Kelas dan Upaya Pemecahannya
A. Latar Belakang Masalah
Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan. Masalah biasanya dianggap sebagai suatu keadaan yang harus diselesaikan.
Kelas adalah tempat berlangsungnya pembelajaran yang didalamnya terdapat guru yang menyampaikan materi pada peserta didik dalam waktu yang sama. Kelas dapat berarti sekelompok murid yang menghadapi proses belajar mengajar di sekolah maupun lembaga pendidikan.
Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh guru supaya pembelajaran dapat berjalan efektif sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya.
Dapat disimpulkan bahwa masalah juga terdapat dalam kelas, yang mana apabila terdapat masalah dalam kelas, gurulah bertanggung jawab mengatasi masalah- masalah yang terdapat dalam kelas tersebut.
B. Kebijakan Penanganan Masalah Dalam Kelas
1.Melakukan pendekatan terhadap siswa
Maksudnya yaitu dalam melakukan pendekatan kepada siswa guru bias melakukan pendekatan melalui bimbingan konseling. Maksud konseling disini yaitu guru leih dekat dengan siswa serta memahami dan dapat memberiksn arahan serta solusi tarhadap permaslahan yang dihadapi oleh siswa tersebut dengan cara ini siswa dapat mampu menceritakan kepada gurunya tentang permasalahan yang sedang dihadapinya.
2. Pencarian data tentang masalah siswa
Bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan orang tua siswa yaitu dengan menanyakan kepada orang tua siswa bagaimana keseharian anak tersebut jika dirumah maupun dilingkungan sekitaarnya.
3. Melakukan konsultasi secara pribadi
Kita sebagai seorang guru bias memanggil siswa kedalam ruangan yang diamana diruangan itu hanya ada guru dan siswa yang bermasalah saja, dan jangan menegur atau menanyakan masalah anak tersebut didepan siswa yang lain, karena itu bisa membuat anak tersebut gangguan mental.
C. Macam-macam permasalahan dalam manajemen kelas
1. Masalah Individual
Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang. Ada empat jenis penyimpangan tingkah laku, yaitu
a. tingkah laku menarik perhatian orang lain.
b. kekuasaan
c. menuntut balas dan memperlihatkan ketidakmampuan.
d. tingkah laku ini diurutkan makin lama makin berat. Misalnya, seorang anak yang gagal menarik perhatian orang lain boleh jadi menjadi anak yang mengejar kekuasaan.
2. Masalah Kelompok
Masalah- masalah yang terdapat dalam kelompok yaitu :
a. Kurangnya kekompakan
Kurangnya kekompakan kelompok ditandai dengan adanya kekurang-cocokkan (konflik) diantara para anggota kelompok.Konflik antara siswa-siswa dari kelompok yang berjenis kelamin atau bersuku berbeda termasuk kedalam kategori kekurang-kompakan ini.
b. Kesulitan mengikuti peraturan kelompok.
Jika suasana kelas menunjukkan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul, yaitu kekurang-mampuan mengikuti peraturan kelompok.Contohnya ialah berisik; bertingkah laku mengganggu padahal pada waktu itu semua siswa diminta tenang; berbicara keras-keras
c. Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan kelompok.Anggota kelompok dianggap “menyimpang” ini kemudian “dipaksa” oleh kelompok itu untuk mengikuti kemauan kelompok.
d. Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan terjadi apabila kelompok (kelas) mereaksi secara tidak wajar terhadap peraturan baru atau perubahan peraturan, pengertian keanggotaan kelompok, perubahan peraturan, pengertian keanggotaan kelompok, perubahan jadwal kegiatan, pergantian guru dan lain-lain.
D. Solusi dalam mengatasi permasalaham manajemen kelas
Pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut terhadap tingkah laku siswa, karakteristik, watak dan sifat siswa, dan situasi kelas pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. Beberapa pendekatan yang mungkin dapat dipergunakan adalah pendekatan larangan dan anjuran, penghukuman atau pengancaman, penguasaan atau penekanan, pengalihan atau pemasabodohan, pengubahan tingkah laku, iklim sosio-emosional dan proses kelompok (Nurhadi,1983:174) .
1. Pendekatan Larangan dan Anjuran
Pendekatan larangan dan anjuran adalah pendekatan dalam pengelolaan kelas yang dilakukan dengan memberikan peraturan-peraturan yang isinya melarang siswa melakukan sesuatu yang mencemarkan kegiatan proses belajar-mengajar atau menganjurkan siswa untuk melakukan sesuatu yang mendukung proses belajar-mengajar (Nurhadi,1983:174) .
Larangan dan anjuran ini akan efektif apabila disusun berdasarkan kontrak sosial, sehingga tidak dirasakan oleh siswa sebagai pembatasan yang diberikan oleh sekolah, tetapi lebih dirasakan sebagai kesepakatan bersama yang harus ditaati bersama.
2. Pendekatan Penguatan Tingkah Laku
Pendekatan ini didasarkan atas pandangan bahwa apabila seorang siswa melakukan tingkah laku yang menyimpang mungkin disebabkan oleh dua hal, yaitu : siswa itu telah mempelajari tingkah laku yang menyimpang itu atau mungkin siswa justru belum mempelajari tingkah laku yang sebaiknya. Oleh sebab itu agar siswa tersebut mengetahui tingkah laku yang ia lakukan, maka setiap tingkah lakunya diikuti dengan konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku tersebut. Konsekuensi itu dibuat oleh seorang guru sebagai cara dalam melakukan pengelolaan kelas (Nurhadi, 1983: 177).
3. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional
Pendekatan ini diangkat dari anggapan dasar bahwa suasana yang mendukung proses balajar dan mengajar yang efektif merupakan fungsi dari hubungan yang positif antara guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa. Oleh sebab itu, tugas guru dalam mengelola kelas adalah membangun hubungan interpersonal dan mengembangkan iklim sosio-emosional yang positif di sekolah (Nurhadi, 1983: 183).
Menurut Nurhadi (1983: 183) kunci utama untuk mengembangkan iklim sosial emosional yang efektif ada tiga macam yaitu:
a.Guru hendaknya menampilkan dirinya sebagaimana adanya di hadapan siswa.
b.Guru mempunyai sikap menerima terhadap siswa, yaitu sikap mempercayai dan menghormati
c.Guru memahami siswa dengan penuh simpati, yaitu dengan penuh kepekaan terhadap perasaan-perasaan siswa
4. Pendekatan Proses Kelompok
Pendekatan proses kelompok didasarkan atas dua macam anggapan dasar, yaitu bahwa kegiatan sekolah berlangsung dalam suasana kelompok, yaitu kelompok kelas. Kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yang memiliki ciri-ciri seperti yang dimiliki oleh sistem sosial, lainnya.Dalam hubungannya dengan kelompok kelas, maka tugas guru dalam mengelola kelas adalah berusaha mengembangkan dan mempertahankan suasana kelompok kelas yang efektif dan produktif. Oleh karenanya guru hendaknya mengembangkan dan mempertahankan kondisi yang menyangkut ciri-ciri kelompok kelas sebagai sistem sosial. Adapun ciri-ciri yang penting dimiliki oleh kelompok kelas sebagai sistem sosial adalah harapan, kepemimimpinan, kemenarikan, norma, komunikasi dan keeratan:
a.Harapan adalah persepsi pada guru dan siswa berkenaan dengan hubungan mereka
b.Kepemimpinan merupakan tingkah laku yang mendorong kelompok bergerak ke arah pencapaian tujuan yang diharapkan
c.Kemenarikan merupakan tingkat hubungan persahabatan diantara anggota kelompok kelas. Tugas guru dalam pengelolaan kelas menjadi berusaha memperlihatkan empati, saling pengertian, sikap mendorong teman, saling menerima dan memberikan kesempatan.
d.Norma adalah suatu pedoman tentang cara berpikir, merasa dan bertingkah laku yang diakui bersama oleh anggota kelompok.
e.Komunikasi merupakan wahana yang memungkinkan terjadinya interaksi kelompok yang bermakna dan memungkinkan terjadinya proses kelompok.
f.Keerat adalah keeratan rasa kebersamaan yang dimiliki oleh kelompok kelas. Yang mendorong terjadinya keeratan itu adalah adanya minat terhadap tugas-tugas kelompok, saling menyukai dan anggota kelompok merasa dibantu oleh kelompok kelas (Nurhadi, 1983:184).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas sangat mempengaruhi proses belajar siswa, yang dimana guru mengaplikasikan pendekatan tersebut agar guru dapat mengatasi masalah-masalah yang ada pada diri siswa, baik itu masalah individual maupun masalah kelompok.
Daftar Rujukan
Ahmadi, Abu Dan Tri Prasetya, Joko, Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia,
2005.
Djamarah, Bahri, Syaiful, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2006
Gulo, W., Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia, 2002


Masalah seperti apa dalam manajemen kelas?
BalasHapusTrimakasih saudari melani, disini masalah dalam manajemen kelas terdpat masalah individu contohnya pada tingkah laku siswa dan masalah kelompok contohnya kurangnya kekompakakan didalam diskusi kelompok
HapusMaterinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik.
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusBagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusTerimakasih febby. Materinya sangat membantu.
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusMaterinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusTerima kasih atas tulisan nya, sangat bermanfaat bagi saya pribadi semoga bermanfaat juga untuk pembaca yang lainnya
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat bermanfaat sekali bagi saya, terima kasih bii😊
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusMaterinya sangat membantu kak, terimakasih
BalasHapusIya kak sama2, trimakasih telah berkunjung di blog saya
HapusMaterinya sangat bermanfaat sekali👍
BalasHapus