Belajar dan mengajar


MANAJEMEN KELAS DI SD
tentang
BELAJAR DAN MENGAJAR



DISUSUN OLEH :

FEBBY MARTA ANNISA S.Pd
NIY.

SDIT SHOHIBUL QUR'AN
KOTA SOLOK




A.BELAJAR DAN MENGAJAR
1.Hakekat Belajar dan Mengajar
Terdapat banyak para ahli yang berusaha mendefinisikan belajar, diantaranya adalah: 1. James O. Wittaker: “Learning may be difined as the process by which behavior originates or altered training or experience.Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Cronbach: “Learning is shown by change in behavior as a result of experience” Belajar adalah ditunjukan oleh perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil pengalaman. 3. Howard L. Kingsley: “Learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or change through practice or trining”. Belajar adalah proses yang dengannya tingkah laku (dalam arti yang luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik dan latihan. 4. Chaplin : “Acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and experience.” Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap atau permanen sebagai akibat latihan dan pengalaman. Keempat rumusan di atas menekankan belajar kepada perubahan perilaku sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.
Dengan demikian mereka lebih cenderung meninjau belajar sebagai perubahan perilaku dan termasuk dalam tokoh aliran behaviorisme. Definisi belajar yang lebih kompleks adalah sebagaimana diungkapkan oleh Reber yang mendefinisikan belajar dalam dua pengertian berikut;
a.Learning as the process of acquiring knowledge. Belajar adalah sebagai  proses memperoleh ilmu pengetahuan;
b.Belajar sebagai suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Dengan nada yang sama, Winkle memberikan definisi belajar sebagai berikut: “Belajar adalah suatu proses mental yang mengarah pada suatu penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif”.

B. PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR
1.      Prinsip Belajar
a.Belajar merupakan bagian dari perkembangan.
b.Dalam perkembangan dituntut belajar, sedangkan dengan belajar terjadi perkembangan individu. Belajar berlangsung seumur hidup (lifelong learning).
c.Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan, lingkungan, kematangan, serta usaha dari individu secara aktif.
d.Belajar mencakup semua aspek kehidupan (kognitif, afektif, psikomotor, dan keterampilan hidup).
a.Kegiatan belajar berlangsung di sembarang tempat dan waktu.
b.Belajar berlangsung baik dengan guru/tanpa guru baik dalam situasi formal/non-formal/informal.
c.Belajar yang terencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi.
d.Perbuatan belajar bervariasi dari yang sederhana sampai yang kompleks.
e.Dalam belajar dapat terjadi hambatan-hambatan.
f.Dalam hal tertentu, belajar memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.

1.      Prinsip Mengajar
a.Mengajar yang efektif melibatkan memperoleh pengetahuan yang relevan tentang siswa dan menggunakan pengetahuan itu untuk menginformasikan desain kursus dan pengajaran di kelas kami. 
b.Mengajar yang efektif melibatkan menyelaraskan tiga komponen utama pengajaran: tujuan pembelajaran, penilaian, dan kegiatan pengajaran. 
c.Mengajar yang efektif melibatkan pengungkapan ekspektasi eksplisit mengenai tujuan dan kebijakan pembelajaran. 
d.Mengajar yang efektif melibatkan memprioritaskan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang kita pilih untuk fokus. 

C.KETERAMPILAN- KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Keterampilan dasar mengajar merupakan berbagai keterampilan dasar yang terkait dengan faktor teknik mengajar. Keterampilan ini harus dimiliki dan dikuasai oleh calon guru. Keterampilan dasar mengajar meliputi :
1.Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran.
Kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan siswa siap secara mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhir. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru tidak berhasil memfokuskan perhatian dan minat siswa pada pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan guru terlebih dahulu adalah menciptakan suasana agar siswa secara mental, phisik, phisikis dan emosional terpusat pada kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan guru dengan cara-cara sebagai berikut:
a.Memfokuskan perhatian dan membangkitkan minat siswa
b.Menimbulkan Motivasi
c.Memberi Acuan
d.Mengaitkan pelajaran yang telah dipelajari dengan topik baru.

2.Keterampilan Menjelaskan Pembelajaran.
Keterampilan Menjelaskan Pembelajaran adalah memberikan informasi yang diorganisasi secara sistematis kepada siswa.
Tujuan menjelaskan pembelajaran adalah:
a.Membimbing murid untuk mendapat dan memahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif dan bernalar.
b.Melibatkan murid untuk berpikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
c.Untuk mendapat balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. 4. Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah.



3.Keterampilan Memberi Penguatan.
Penguatan adalah tanggapan guru terhadap perilaku siswa yang memungkinkan dapat membesarkan hati siswa agar lebih terpacu dalam interaksi belajar-mengajar.
Keterampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai, antara lain:
1.Penguatan verbal Penguatan verbal yaitu komentar yang berupa kata-kata pujian, dukungan, pengakuan, dorongan yang dipergunakan untuk menguatkan tingkah laku dan penampilan siswa.
2.Penguatan non-verbal
a.Penguatan berupa mimik dan gerakan badan
b.Penguatan dengan cara mendekati
c.Penguatan dengan sentuhan.
d.Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
e.Penguatan berupa simbol atau benda
Prinsip Keterampilan Memberi Penguatan Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsipprinsip berikut:
a.Hangat dan antusias. Hal ini diperlihatkan dalam gerakan, ekspresi wajah, suara serta bahasa tubuh.
b.Sungguh-sungguh dan bermakna. Penguatan diberikan dengan serius dan tidak hanya bersifat basabasi.
c.Menghindari respon dan komentar negatif jika siswa tidak mampu menjawab pertanyaan sesuai harapan
d.Penguatan harus bervariasi, baik yang verbal maupun non verbal. Penguatan tidak selalu dengan kata-kata yang sama, tetapi menyesuaikan dengan kondisi dan kualitas jawaban siswa. Penguatan non verbal dapat berupa anggukan, senyum, sentuhan, bahasa tubuh, dan gerakan tangan.

4.Keterampilan Menggunakan Media dan Alat Pembelajaran.
Media dan alat pembelajaran yang dipergunakan dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh kemudahan dalam memahami materi pembelajaran.

5.Keterampilan Menyusun Skenario /pembelajaran.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam rangka membelajarkan siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap.
6.Keterampilan Mengadakan Variasi 
Variasi dalam kegiatan pembelajaran adalah perubahan yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi gaya belajar, pengunaan media pembelajaran, pola interaksi dan stimulasi.
Komponen Keterampilan Mengadakan Variasi :
a.Variasi dalam Gaya Mengajar Guru.
1.Variasi suara (teacher voice) Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dan cepat menjadi lambat atau sebaliknya. Suara guru hendaknya bervariasi pada saat menjelaskan materi pelajaran baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan
2.Pemusatan perhatian siswa (focusing) Perhatian siswa mestilah terpusat pada hal-hal yang dianggap penting. Hal ini dapat dilakukan guru misalnya dengan perkataan “ Perhatikan ini baik-baik!” atau “Nah, ini penting sekali” atau “Perhatikan dengan baik, ini agak sukar dimengerti”.
3.Kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence) Adanya kesenyapan, kebisuan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja saat guru menjelaskan sesuatu merupakan cara yang tepat untuk menarik perhatian siswa.
Tujuan dan Manfaat Mengadakan Variasi Tujuan dan manfaat variasi gaya mengajar:
a.Memelihara dan meningkatkan perhatian siswa terhadap materi dan aktivitas pembelajaran.
b.Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa
c.Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas Meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi rasa ingin tahu melalui kegiatan investigasi dan eksplorasi.
7.Keterampilan Membimbing Diskusi.
Diskusi adalah sustu proses interaksi verbal secara teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan berbagi pengalaman atau informasi, mengkonstruk konsep, mengambil suatu keputusan atau memecahkan masalah.
8.Keterampilan Mengelola Kelas.
Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta keterampilan mengembalikan kondisi belajar ke kondisi yang optimal bila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan. Dalam bahasa lain keterampilan mengelola kelas dapat diartikan sebagai seni atau keterampilan guru dalam mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Keterampilan mengelola kelas bagi siswa mempunyai tujuan untuk:
a.Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya, serta sadar untuk mengendalikan dirinya.
b.Membantu siswa agar mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan melihat atau merasakan teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta bertingkah laku yang wajar sesuai dengan aktivitas kelas.
9.Keterampilan Bertanya. Bagaimana guru menyampaikan pertanyaan kepada siswa dalam Proses Pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut.
10.Keterampilan Mengevaluasi Evaluasi adalah proses sistematis untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi suatu kegiatan pembelajaran .

D.TUJUAN KETERAMPILAN MENGAJAR
Tujuan dari keterampilan dasar mengajar yaitu
1.Agar guru dapat memahami keterampilan mengajar yang dapat di pratekkan di dalam kelas secara profesional
2.Dapat Mengidentifikasi jenis- jenis kmeterampilan dasar mengajar dan terampil
3.Menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

   
    E. MACAM MACAM DASAR KETERAMPILAN MENGAJAR
              Macam-macam Keterampilan Dasar Mengajar Seorang guru profesional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

1.Keterampilan Bertanya
Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif. Pertanyaan yang baik di bagi manjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan (compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan PRO
Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda. Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan.
2.Keterampilan Memberikan Penguatan
 Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif.
3.Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : – Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru (teachers movement). Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat
4.Keterampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Secara garis besar komponen-komponen keterampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu : Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.
5.Keterampilan Membuka dan Menutup pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.
6.Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
7.Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan bersifat represif keterampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
8.Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3-8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa. Komponen keterampilan yang digunakan adalah: keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan memudahkan belajar dan keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Diharapkan setelah menguasai delapan keterampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkan keterampilan-keterampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. 
Keterampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan (feed back) yang cepat dan tepat, penguasaan komponen keterampilan mengajar secara lebih baik, dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen keterampilan yang objektif dan dikembangkannya pola observasi yang sistematis dan objektif. Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. Salah satu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, makin banyaknya jumlah siswa bertanya.


DAFTAR PUSTAKA

Helmiati (2011). Melatih Keterampilan Dasar Mengajar. Yogyakarta : Aswa      Pressindo            
 Suwarna Et. All  (2006).  Pengajaran Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana

Komentar

  1. Bagaimana klw salah satu keterampilan mengajar tertinggal dalam pembelajaran, apakah pembelajaran akan tercapai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimaksih saudari anesya yang telah bertanya, disini saya sendiri akan menjawab bahwasanya dari pertanyaan saudari anesya dalam keterampilan mengajar sudah saling terkait antara keterampilan satu dengan yang lainnya, dan apabila salah satu dari keterampilan mengajar tersebut tertinggal maka guru belum berhasil dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran belum tercapai

      Hapus
  2. Menurut saudara febby Bagaimana cara kita menyikapi adanya guru yg menggunakan kata2 jelek kepada peserta didik.apakah akan berpengaruh tehadap cara belajar peserta didik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih saudari welda yang sudah bertanya, dari pertanyaan welda tersebut apabila guru menggunakan kata2 kasar/jelek kpd peserta didik itu akan sangat berpengaruh pada mental peserta didik tersebut, karna belum tentu dalam kehidupan keluarga peserta didik berbicara kasar/jelek, dan tiba2 peserta didik mendengarkan kata2 kasar/jelek dari seorang guru, maka sangat berpengaruh sekali pada mental peserta didik dan juga berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik

      Terimakasih

      Hapus
  3. Dari materi yang ananda buat sangat bermanfaat bagi kami

    BalasHapus
  4. Terimakasih, materinya bagus dan sngat bermanfaat🙏

    BalasHapus
  5. Terimakasih sudah membagi ilmu ini kepada kami. Sangat bermanfaat😊

    BalasHapus
  6. Coba anda jelaskan... Bagaimana peran guru di sd?

    BalasHapus
  7. Bagaimana jika salah satu keterampilan itu tidak dilakukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka proses belajar dan mengajar belum tercapai

      Hapus
  8. Bagaimana cara guru membangkitkan semangat belajar siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimaksih aulia
      Dengan menjalankan dengan baik keterampilan keterampilan mengajar maka akan membangkitkan semangat belajar siswa

      Hapus
  9. Coba anda jelas kan apa2 saja yang dapat mengaruhi proses dlam pembelajarn.? Trimks

    BalasHapus
  10. Dalam mengajar, apakah anda fokus pada kekuatan atau kelemahan anak?

    BalasHapus
  11. Terima kasih sudah mau berbagi ilmu, ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  12. Bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik dan siswanya mudah paham?

    BalasHapus
  13. Sebutkan prinsip prinsip dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan?

    BalasHapus
  14. Bagaimana menerapkan cara mengajar yang baik?

    BalasHapus
  15. Semoga bisa dijadilan pedoman untuk calon guru

    BalasHapus
  16. Terima kasih, materi nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  17. Materinya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  18. Materinya bagus dan sangat bermanfaat sekali bagi saya, terima kasih bii😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer