Belajar dan mengajar
MANAJEMEN KELAS DI SD
tentang
BELAJAR DAN MENGAJAR
DISUSUN OLEH :
FEBBY MARTA ANNISA S.Pd
NIY.
SDIT SHOHIBUL QUR'AN
KOTA SOLOK
A.BELAJAR DAN MENGAJAR
1.Hakekat Belajar dan Mengajar
Terdapat
banyak para ahli
yang berusaha mendefinisikan belajar, diantaranya adalah: 1. James O. Wittaker:
“Learning may be difined as the process by which behavior originates or altered
training or experience.Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan
atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Cronbach: “Learning is shown by
change in behavior as a result of experience” Belajar adalah ditunjukan oleh
perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil pengalaman. 3. Howard L. Kingsley:
“Learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated
or change through practice or trining”. Belajar adalah proses yang dengannya
tingkah laku (dalam arti yang luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik dan
latihan. 4. Chaplin : “Acquisition of any relatively permanent change in
behavior as a result of practice and experience.” Belajar adalah perolehan
perubahan tingkah laku yang relatif menetap atau permanen sebagai akibat
latihan dan pengalaman. Keempat rumusan di atas menekankan belajar kepada
perubahan perilaku sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.
Dengan
demikian mereka lebih cenderung meninjau belajar sebagai perubahan perilaku dan
termasuk dalam tokoh aliran behaviorisme. Definisi belajar yang lebih kompleks
adalah sebagaimana diungkapkan oleh Reber yang mendefinisikan belajar dalam dua
pengertian berikut;
a.Learning
as the process of acquiring knowledge. Belajar adalah sebagai proses
memperoleh ilmu pengetahuan;
b.Belajar
sebagai suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil
latihan yang diperkuat. Dengan nada yang sama, Winkle memberikan definisi
belajar sebagai berikut: “Belajar adalah suatu proses mental yang mengarah pada
suatu penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebiasaan atau sikap yang semuanya
diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang
progresif dan adaptif”.
B. PRINSIP BELAJAR DAN MENGAJAR
1. Prinsip Belajar
a.Belajar merupakan bagian dari
perkembangan.
b.Dalam perkembangan dituntut belajar,
sedangkan dengan belajar terjadi perkembangan individu. Belajar berlangsung
seumur hidup (lifelong learning).
c.Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh
faktor-faktor bawaan, lingkungan, kematangan, serta usaha dari individu secara
aktif.
d.Belajar mencakup semua aspek kehidupan
(kognitif, afektif, psikomotor, dan keterampilan hidup).
a.Kegiatan belajar berlangsung di
sembarang tempat dan waktu.
b.Belajar berlangsung baik dengan
guru/tanpa guru baik dalam situasi formal/non-formal/informal.
c.Belajar yang terencana dan disengaja
menuntut motivasi yang tinggi.
d.Perbuatan belajar bervariasi dari yang
sederhana sampai yang kompleks.
e.Dalam belajar dapat terjadi
hambatan-hambatan.
f.Dalam hal tertentu, belajar memerlukan
bantuan dan bimbingan dari orang lain.
1. Prinsip
Mengajar
a.Mengajar yang efektif melibatkan
memperoleh pengetahuan yang relevan tentang siswa dan menggunakan pengetahuan
itu untuk menginformasikan desain kursus dan pengajaran di kelas kami.
b.Mengajar yang efektif melibatkan
menyelaraskan tiga komponen utama pengajaran: tujuan pembelajaran, penilaian,
dan kegiatan pengajaran.
c.Mengajar yang efektif
melibatkan pengungkapan ekspektasi eksplisit mengenai tujuan dan kebijakan
pembelajaran.
d.Mengajar
yang efektif melibatkan memprioritaskan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
kita pilih untuk fokus.
C.KETERAMPILAN- KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Keterampilan dasar mengajar merupakan berbagai
keterampilan dasar yang terkait dengan faktor teknik mengajar. Keterampilan ini
harus dimiliki dan dikuasai oleh calon guru. Keterampilan dasar mengajar
meliputi :
1.Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran.
Kegiatan membuka
pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana
pembelajaran yang memungkinkan siswa siap secara mental untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran. Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang
dilakukan guru untuk mengakhir. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar
dapat menjadi tidak berguna jika guru tidak berhasil memfokuskan perhatian dan
minat siswa pada pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan guru terlebih
dahulu adalah menciptakan suasana agar siswa secara mental, phisik, phisikis
dan emosional terpusat pada kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Hal
tersebut dapat dilakukan guru dengan cara-cara sebagai berikut:
a.Memfokuskan perhatian dan
membangkitkan minat siswa
b.Menimbulkan Motivasi
c.Memberi Acuan
d.Mengaitkan pelajaran yang telah
dipelajari dengan topik baru.
2.Keterampilan
Menjelaskan Pembelajaran.
Keterampilan Menjelaskan Pembelajaran adalah memberikan
informasi yang diorganisasi secara sistematis kepada siswa.
Tujuan
menjelaskan pembelajaran
adalah:
a.Membimbing murid untuk mendapat dan
memahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif dan
bernalar.
b.Melibatkan murid untuk berpikir dengan
memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
c.Untuk mendapat balikan dari murid
mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. 4.
Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan
bukti-bukti dalam pemecahan masalah.
3.Keterampilan
Memberi Penguatan.
Penguatan adalah
tanggapan guru terhadap perilaku siswa yang memungkinkan dapat membesarkan hati
siswa agar lebih terpacu dalam interaksi belajar-mengajar.
Keterampilan memberikan
penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai,
antara lain:
1.Penguatan verbal Penguatan verbal
yaitu komentar yang berupa kata-kata pujian, dukungan, pengakuan, dorongan yang
dipergunakan untuk menguatkan tingkah laku dan penampilan siswa.
2.Penguatan non-verbal
a.Penguatan berupa mimik dan gerakan
badan
b.Penguatan dengan cara mendekati
c.Penguatan dengan sentuhan.
d.Penguatan dengan kegiatan yang
menyenangkan
e.Penguatan berupa simbol atau benda
Prinsip
Keterampilan Memberi Penguatan Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan
prinsipprinsip berikut:
a.Hangat dan antusias. Hal ini
diperlihatkan dalam gerakan, ekspresi wajah, suara serta bahasa tubuh.
b.Sungguh-sungguh dan bermakna.
Penguatan diberikan dengan serius dan tidak hanya bersifat basabasi.
c.Menghindari respon dan komentar
negatif jika siswa tidak mampu menjawab pertanyaan sesuai harapan
d.Penguatan harus bervariasi, baik yang
verbal maupun non verbal. Penguatan tidak selalu dengan kata-kata yang sama,
tetapi menyesuaikan dengan kondisi dan kualitas jawaban siswa. Penguatan non
verbal dapat berupa anggukan, senyum, sentuhan, bahasa tubuh, dan gerakan
tangan.
4.Keterampilan Menggunakan Media dan
Alat Pembelajaran.
Media dan alat
pembelajaran yang dipergunakan dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh
kemudahan dalam memahami materi pembelajaran.
5.Keterampilan Menyusun Skenario
/pembelajaran.
Langkah-langkah
kegiatan pembelajaran yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam rangka
membelajarkan siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap.
6.Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi dalam kegiatan
pembelajaran adalah perubahan yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran
yang meliputi gaya belajar, pengunaan media pembelajaran, pola interaksi dan
stimulasi.
Komponen
Keterampilan Mengadakan Variasi :
a.Variasi dalam Gaya Mengajar Guru.
1.Variasi suara (teacher voice) Variasi
suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah,
dan cepat menjadi lambat atau sebaliknya. Suara guru hendaknya bervariasi pada
saat menjelaskan materi pelajaran baik dalam intonasi, volume, nada dan
kecepatan
2.Pemusatan perhatian siswa (focusing)
Perhatian siswa mestilah terpusat pada hal-hal yang dianggap penting. Hal ini
dapat dilakukan guru misalnya dengan perkataan “ Perhatikan ini baik-baik!”
atau “Nah, ini penting sekali” atau “Perhatikan dengan baik, ini agak sukar
dimengerti”.
3.Kesenyapan atau kebisuan guru (teacher
silence) Adanya kesenyapan, kebisuan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan
disengaja saat guru menjelaskan sesuatu merupakan cara yang tepat untuk menarik
perhatian siswa.
Tujuan
dan Manfaat Mengadakan Variasi Tujuan dan manfaat variasi gaya mengajar:
a.Memelihara dan meningkatkan perhatian
siswa terhadap materi dan aktivitas pembelajaran.
b.Terciptanya proses pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan bagi siswa
c.Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan
sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas Meningkatkan kemungkinan
berfungsinya motivasi rasa ingin tahu melalui kegiatan investigasi dan
eksplorasi.
7.Keterampilan Membimbing Diskusi.
Diskusi adalah sustu
proses interaksi verbal secara teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam
interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan berbagi pengalaman atau
informasi, mengkonstruk konsep, mengambil suatu keputusan atau memecahkan
masalah.
8.Keterampilan Mengelola Kelas.
Keterampilan mengelola
kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal serta keterampilan mengembalikan kondisi belajar ke kondisi yang
optimal bila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan
kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan. Dalam bahasa lain keterampilan
mengelola kelas dapat diartikan sebagai seni atau keterampilan guru dalam
mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang
efektif dan efisien.
Keterampilan
mengelola kelas bagi siswa mempunyai tujuan untuk:
a.Mendorong siswa mengembangkan tanggung
jawab individu terhadap tingkah lakunya, serta sadar untuk mengendalikan
dirinya.
b.Membantu siswa agar mengerti akan arah
tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan melihat atau merasakan
teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri
dalam tugas serta bertingkah laku yang wajar sesuai dengan aktivitas kelas.
9.Keterampilan
Bertanya. Bagaimana guru menyampaikan pertanyaan kepada siswa dalam Proses
Pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut.
10.Keterampilan
Mengevaluasi Evaluasi adalah proses sistematis untuk mengetahui efektivitas dan
efisiensi suatu kegiatan pembelajaran .
D.TUJUAN
KETERAMPILAN MENGAJAR
Tujuan dari keterampilan dasar mengajar yaitu
1.Agar guru dapat memahami keterampilan mengajar yang
dapat di pratekkan di dalam kelas secara profesional
2.Dapat Mengidentifikasi jenis- jenis kmeterampilan
dasar mengajar dan terampil
3.Menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar
untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
E. MACAM
MACAM DASAR KETERAMPILAN MENGAJAR
Macam-macam Keterampilan Dasar
Mengajar Seorang guru profesional telah mengikuti beberapa pelatihan yang
berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar
tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar
mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan,
keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka
dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,
keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan
perseorangan.
1.Keterampilan
Bertanya
Ada
yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya
merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon
yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan
hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong
kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan
penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang
tepat akan memberikan dampak positif. Pertanyaan yang baik di bagi manjadi dua
jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo
Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan
(compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan
mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing
question). Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan
pengetahuan (recall question atau knowlagde question), pemahaman (conprehention
question), pertanyaan penerapan PRO
Untuk
meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan
sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban
siswa. Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri,
mengulang jawaban siswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan
dengan jawaban serentak, menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya
dan mengajukan pertanyaan ganda. Dalam proses belajar mengajar setiap
pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa
sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa,
di masukkan dalam golongan pertanyaan.
2.Keterampilan
Memberikan Penguatan
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk
respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari
modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan
memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas
perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan
respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan
berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penggunaan penguatan dalam kelas
dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar
siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran,
merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar
serta membina tingkah laku siswa yang produktif.
3.Keterampilan
Mengadakan Variasi
Variasi
stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar
mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam
situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh
partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses
perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok
atau komponen, yaitu : – Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi :
penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing),
kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan
gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi
wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru (teachers
movement). Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat
pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam
tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi
penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan
yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat
4.Keterampilan
Menjelaskan
Yang
dimaksud dengan keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara
lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan
yang satu dengan yang lainnya. Secara garis besar komponen-komponen
keterampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu : Merencanakan, hal ini mencakup
penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada
diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau
generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian
suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kejelasan,
penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.
5.Keterampilan
Membuka dan Menutup pelajaran
Yang
dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan
yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan
prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan
dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif
terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan
yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar
mengajar. Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian
siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat
kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen
keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti
pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan
mengevaluasi.
6.Keterampilan
Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi
kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang
dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau
informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok
merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau
memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir,
berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi
kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan
berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
7.Keterampilan
Mengelola Kelas
Pengelolaan
kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar
mengajar. Dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas maka perlu
diperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan
kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan
bersifat represif keterampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap
gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan
tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
8.Keterampilan
Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara
fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3-8
orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok
kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap
siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan
siswa. Komponen keterampilan yang digunakan adalah: keterampilan mengadakan
pendekatan secara pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing
dan memudahkan belajar dan keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan
belajar mengajar. Diharapkan setelah menguasai delapan keterampilan mengajar
yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru
sehingga dapat membina dan mengembangkan keterampilan-keterampilan tertentu
mahasiswa calon guru dalam mengajar.
Keterampilan
mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan
(feed back) yang cepat dan tepat, penguasaan komponen keterampilan mengajar
secara lebih baik, dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen
keterampilan yang objektif dan dikembangkannya pola observasi yang sistematis
dan objektif. Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang
paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar
proses pembelajaran dapat berjalan baik. Salah satu faktor yang dapat mengukur
proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, makin banyaknya jumlah siswa
bertanya.
DAFTAR PUSTAKA
Helmiati (2011). Melatih
Keterampilan Dasar Mengajar.
Yogyakarta : Aswa Pressindo
Suwarna
Et.
All (2006). Pengajaran
Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana

Bagaimana klw salah satu keterampilan mengajar tertinggal dalam pembelajaran, apakah pembelajaran akan tercapai?
BalasHapustrimaksih saudari anesya yang telah bertanya, disini saya sendiri akan menjawab bahwasanya dari pertanyaan saudari anesya dalam keterampilan mengajar sudah saling terkait antara keterampilan satu dengan yang lainnya, dan apabila salah satu dari keterampilan mengajar tersebut tertinggal maka guru belum berhasil dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran belum tercapai
HapusMenurut saudara febby Bagaimana cara kita menyikapi adanya guru yg menggunakan kata2 jelek kepada peserta didik.apakah akan berpengaruh tehadap cara belajar peserta didik?
BalasHapusTrimakasih saudari welda yang sudah bertanya, dari pertanyaan welda tersebut apabila guru menggunakan kata2 kasar/jelek kpd peserta didik itu akan sangat berpengaruh pada mental peserta didik tersebut, karna belum tentu dalam kehidupan keluarga peserta didik berbicara kasar/jelek, dan tiba2 peserta didik mendengarkan kata2 kasar/jelek dari seorang guru, maka sangat berpengaruh sekali pada mental peserta didik dan juga berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik
HapusTerimakasih
Dari materi yang ananda buat sangat bermanfaat bagi kami
BalasHapusTerimakasih, materinya bagus dan sngat bermanfaat🙏
BalasHapusSama2 findari ☺️☺️
HapusTerimakasih sudah membagi ilmu ini kepada kami. Sangat bermanfaat😊
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusCoba anda jelaskan... Bagaimana peran guru di sd?
BalasHapusBagaimana jika salah satu keterampilan itu tidak dilakukan?
BalasHapusMaka proses belajar dan mengajar belum tercapai
HapusBagaimana cara guru membangkitkan semangat belajar siswa?
BalasHapusTrimaksih aulia
HapusDengan menjalankan dengan baik keterampilan keterampilan mengajar maka akan membangkitkan semangat belajar siswa
Coba anda jelas kan apa2 saja yang dapat mengaruhi proses dlam pembelajarn.? Trimks
BalasHapusDalam mengajar, apakah anda fokus pada kekuatan atau kelemahan anak?
BalasHapusTerima kasih sudah mau berbagi ilmu, ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusBagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik dan siswanya mudah paham?
BalasHapusSebutkan prinsip prinsip dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan?
BalasHapusBagaimana menerapkan cara mengajar yang baik?
BalasHapusSemoga bisa dijadilan pedoman untuk calon guru
BalasHapusTerima kasih, materi nya sangat bermanfaat
BalasHapusBagus pembahsannya
BalasHapusBagus sekali kakak mterinya
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat bermanfaat sekali bagi saya, terima kasih bii😊
BalasHapusArtikel ini sangat bagus
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusBagus artikel nya
BalasHapus